Cara Membuat Latar Belakang Penelitian yang Baik dan BenarLatar belakang penelitian menjelaskan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan.Bagian ini bukan sekadar kumpulan teori atau paragraf panjang. Latar belakang harus membawa pembaca dari fenomena atau kondisi umum menuju masalah penelitian yang lebih spesifik.
Sederhananya:
Fenomena → Masalah → Bukti → Research Gap → Alasan Penelitian
Lalu, bagaimana cara membuatnya?
1. Mulai dari FenomenaJelaskan kondisi atau fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian.
Contoh: Penggunaan media sosial semakin meningkat dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari mahasiswa. Media sosial tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk memperoleh informasi dan mendukung kegiatan pembelajaran. Jangan langsung membahas masalah. Berikan konteks terlebih dahulu agar pembaca memahami topik penelitian.
2. Tunjukkan Masalah Setelah menjelaskan fenomena, tunjukkan masalah yang ingin diteliti. Tanyakan: Apa yang terjadi?Apa yang seharusnya terjadi?Apa perbedaannya?
Contoh: Di sisi lain, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat mengurangi waktu dan konsentrasi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik.Di sini mulai terlihat masalah penelitian.
3. Gunakan Data atau FaktaJangan hanya mengatakan bahwa suatu masalah “banyak terjadi”. Perkuat dengan sumber yang dapat dipercaya, seperti:jurnal ilmiah;BPS;kementerian;laporan resmi;hasil survei;atau penelitian terdahulu.
Contohnya: Berdasarkan data atau hasil penelitian tertentu, ditemukan adanya peningkatan penggunaan media sosial pada kelompok mahasiswa. Pastikan setiap angka dan fakta memiliki sumber yang jelas. Jangan mengarang data.
4. Hubungkan dengan Penelitian Terdahulu Cari penelitian yang sudah membahas topik serupa. Tujuannya bukan sekadar memenuhi jumlah referensi. Gunakan penelitian terdahulu untuk mengetahui:apa yang sudah diteliti;bagaimana hasilnya;metode yang digunakan;objek penelitian;dan apa yang masih belum diketahui.
5. Temukan Research GapSetelah membaca penelitian terdahulu, cari bagian yang masih belum terjawab. Research gap dapat berupa:hasil penelitian yang berbeda;objek yang berbeda;lokasi yang berbeda;variabel yang berbeda;metode yang berbeda;atau aspek tertentu yang belum diteliti.
Contoh: Meskipun beberapa penelitian telah membahas penggunaan media sosial dan aktivitas akademik mahasiswa, masih terdapat perbedaan hasil penelitian pada konteks tertentu. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut.
6. Jelaskan Mengapa Penelitian PentingSekarang jawab pertanyaan:“Mengapa penelitian ini perlu dilakukan?”Jelaskan manfaat atau alasan akademiknya secara singkat.
Contoh: Oleh karena itu, penelitian mengenai hubungan penggunaan media sosial dengan produktivitas belajar mahasiswa penting dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih spesifik mengenai fenomena tersebut.
7. Tutup dengan Fokus PenelitianParagraf terakhir harus mengarah kepada penelitian yang akan dilakukan.
Contoh: Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap produktivitas belajar mahasiswa semester 6 Program Studi Informatika Universitas X.
Dengan begitu, pembaca mengetahui dengan jelas apa yang akan diteliti.
Rumus Singkat Latar BelakangJika bingung mulai dari mana, gunakan pola berikut:

1. FenomenaApa yang sedang terjadi?↓
2. MasalahApa yang menjadi persoalan?↓
3. BuktiApa data atau fakta yang mendukung?↓
4. Penelitian terdahuluApa yang sudah diketahui?↓
5. Research GapApa yang masih belum terjawab?↓
6. UrgensiMengapa penelitian ini penting?↓
7. FokusApa yang akan diteliti?
Kesalahan yang Sering Terjadi Hindari beberapa kesalahan berikut:
❌ Membuat latar belakang hanya berdasarkan opini.
❌ Menumpuk definisi dari banyak ahli.
❌ Menggunakan data tanpa sumber.
❌ Memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan dengan penelitian.
❌ Tidak menjelaskan masalah penelitian.
❌ Tidak menunjukkan research gap.
❌ Membuat paragraf panjang tetapi tidak memiliki alur.
❌ Mengarang data agar penelitian terlihat lebih kuat.
Ingat: panjang bukan berarti bagus. Yang penting adalah logis, relevan, dan memiliki bukti.
Checklist Latar Belakang Sebelum menganggap latar belakang selesai, pastikan:
☐ Fenomena sudah dijelaskan.
☐ Masalah penelitian sudah terlihat.
☐ Ada data atau sumber yang relevan.
☐ Penelitian terdahulu sudah dibahas.
☐ Research gap sudah ditemukan.
☐ Alasan penelitian penting sudah dijelaskan.
☐ Fokus penelitian sudah jelas.
Jika semuanya sudah terpenuhi, kamu sudah memiliki fondasi latar belakang yang cukup kuat.
Kesimpulan Latar belakang penelitian tidak dibuat untuk menjadi bagian skripsi yang paling panjang. Tujuannya adalah membuat pembaca memahami:
Apa yang terjadi, apa masalahnya, apa yang sudah diketahui, apa yang masih belum terjawab, dan mengapa penelitian ini perlu dilakukan.
Gunakan alur sederhana:
Fenomena → Masalah → Bukti → Research Gap → Urgensi → Fokus Penelitian
Dengan alur tersebut, latar belakang akan lebih terarah dan tidak terasa seperti kumpulan paragraf yang berdiri sendiri.
Sudah punya topik penelitian tetapi masih bingung menyusun latar belakangnya? ReStudy dapat membantu kamu memahami dan mengembangkan penelitian secara lebih terarah.


